Jumat, 23 April 2021

Cara Menyembunyikan atau Menampilkan Ikon Windows Security di Taskbar Windows 10

 


Ketika membahas tentang keamanan di Windows 10, muncul dua kelompok pengguna, dimana yang satu menganggap Windows Security tidak aman dan yang satu lagi yang tidak pernah ingin menggunakan antivirus pihak ketiga untuk mengamankan PC Windows mereka.


Terlepas dari apa yang anda pilih, anda mungkin ingin menyembunyikan atau menampilkan ikon Windows security di taskbar Windows 10 anda. Pada artikel kali ini, kita akan melihat cara menyembunyikan atau menampilkan ikon Windows security di taskbar.




Sembunyikan atau Tampilkan Ikon Windows security di Taskbar


Untuk melakukannya, kita akan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu melalui aplikasi Settings, Registry Editor dan GroupPolicy Editor. Ketiga cara yang akan kita gunakan tersebut mudah diterapkan jika anda mengikuti artikel ini. Mari kita bahas secara mendetail untuk menyembunyikan atau menampilkan ikon Windows security di taskbar.



1. Melalui Registry Editor


Metode ini berfungsi jika Build version Windows 10 anda adalah 1803 atau yang lebih lama. Jika anda memiliki versi itu, anda dapat mengikuti metode ini. Namun sebelum itu, anda harus membackup registry atau membuat system restore point terlebih dahulu. Jika sudah siap, ikuti langkah dibawah ini.


  • Tekan tombol Win + R, kemudian ketik regedit dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.

  • Di jendela Registry Editor, telusuri jalur berikut dibawah ini.


HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows Defender Security Center\Systray


  • Selanjutnya di panel kanan, klik dobel pada HideSystray dan ubah value datanya menjadi 1 untuk menyembunyikan dan 0 (nol) untuk menampilkan ikon Windows Security.



  • Setelah itu klik OK untuk menyimpan perubahan.


  • Jika perubahan tidak langsung diterapkan, maka anda perlu merestart PC anda.


Catatan: Jika anda tidak menemukan DWORD ini di key Systray, maka klik kanan ruang kosong di panel kanan, kemudian pilih New - DWORD (32-bit) Value dan beri nama dengan HideSystray.



2. Melalui Group Policy Editor


Jika Build version Windows 10 anda di atas 1803, maka anda harus menggunakan Group Policy Editor atau aplikasi Settings untuk menyembunyikan atau menampilkan ikon Windows Security.


Catatan: Metode ini khusus untuk Windows 10 edisi Pro atau Enterprise. Untuk pemgguna edisi Home, anda harus mengaktifkan Group Policy Editor terlebih dahulu agar dapat mengikuti metode ini. Setelah siap, lanjutkan dengan langkah-langkah dibawah ini.


  • Buka Local Group Policy Editor dengan menekan tombol Win + R, kemudian ketik gpedit.msc dan tekan Enter.

  • Di jendela Local Group Policy Editor, telusuri jalur berikut dibawah ini.


Computer Configuration - Administrative Templates - Windows Components - Windows Security - Systray


  • Disini, klik dobel pada Hide Windows Security Systray di panel kanan.



  • Di jendela baru, pilih Enabled untuk menyembunyikan ikon dan Disabled untuk menampilkan ikon Windows Security di taskbar.



  • Kemudian klik Apply dan OK untuk menyimpan pengaturan anda.



3. Melalui Aplikasi Settings


Ini adalah cara paling sederhana untuk mengelola ikon Windows security. Untuk melakukan itu, ikuti langkah-langkah berikut dibawah ini.


  • Luncurkan aplikasi Settings dengan menekan tombol Win + I. Atau klik Start dan pilih Settings atau tekan tombol Win + X dan pilih Settings.

  • Di jendela Settings, pilih Personalization.

  • Di halaman selanjutnya, klik Taskbar di panel kiri dan di panel kanan klik Select which icons appear on the taskbar.



  • Sekarang, klik tombol Windows Security notification icon untuk menyembunyikan atau menampilkan ikonnya di taskbar.




Di jendela ini, anda juga dapat menyembunyikan atau menampilkan ikon lain yang anda inginkan di taskbar.


Semoga artikel ini membantu anda dalam mengelola ikon Windows Security di taskbar Windows 10 anda. Anda juga dapat membaca artikel saya lainnya tentang cara mengganti ikon aplikasi di Start Menu Windows 10 atau cara meningkatkan Icon Cache di Windows.


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!

Rabu, 14 April 2021

Cara Menambahkan File Type atau Process Exclusion ke Windows Security di Windows 10

 


Meskipun Windows Security melakukan pekerjaan yang baik dalam hal file type baru yang dapat menjadi ancaman bagi pengguna Windows, namun terkadang kekeliruan dapat terjadi. Anda mungkin memiliki file type yang anda tahu betul bukanlah ancaman keamanan, tetapi Windows mengidentifikasi itu sebagai ancaman untuk melindungi anda. Hal yang sama berlaku untuk proses atau program apapun yang anda tahu tidak menjadi masalah. Dalam skenario ini, anda dapat menambahkan file type atau process tersebut sebagai pengecualian.



Tambahkan File Type atau Process Exclusion ke Windows Security


Untuk menambahkan file type atau process exclusion ke Windows Security anda, maka anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

 

  • Buka Windows Security dari Start menu atau dari system tray di taskbar anda.

  • Kemudian klik Virus & threat protection di panel kiri.

  • Di bawah pengaturan Virus & threat protection, pilih Manage settings.

  • Di bawah Exclusions, klik Add an exclusion.

  • Kemudian pilih file, folder, file type atau process.




Saat anda melakukannya untuk folder tersebut, exclusion atau pengecualian ini juga akan berlaku untuk semua subfolder di dalam folder tersebut. Meskipun demikian, file type, file dan folder exclusion itu sederhana, sementara process exclusion memerlukan pendekatan yang berbeda.


Karena tidak ada file browser, maka anda harus memasukkan path lengkap dan nama file dari proses atau program tersebut. Ini akan memastikan jika program diluncurkan dan itu tidak akan dibatasi. Jika anda tidak ingin menambahkan path lengkap, anda dapat menambahkan nama processnya dengan tepat. Jika diluncurkan dari mana saja, itu tidak akan diblokir.


Anda selanjutnya dapat menyesuaikan dengan dua cara berikut ini.


1. Metode Pertama


  • Tambahkan jalur seperti C:\ProcessFolder\nama-program* dan itu akan mengecualikan file yang dibuka oleh semua process yang terletak di folder tersebut.

  • Jika anda menggunakan nama-program*, maka itu akan mengecualikan file yang dibuka oleh semua process bernama test, terlepas dari ekstensi file.

  • Anda juga dapat menggunakan environment variable dalam pengecualian process anda, seperti %ALLUSERSPROFILE%\ProgramFolder\nama-program.exe.


Environment variable memungkinkan anda mengecualikan program untuk semua pengguna dan mengontrol banyak skenario.



2. Metode Group Policy: Tambahkan File Type atau Process Exclusion ke Windows Security


Untuk Windows 10 edisi Home, anda harus terlebih dahulu mengaktifkan Group Policy Editor untuk dapat mengikuti metode dibawah ini.


  • Buka Group Policy Editor dengan menekan tombol Win + R, kemudian ketik gpedit.msc dan tekan Enter.

  • Di jendela Group Policy Editor, arahkan ke jalur berikut dibawah ini.


Computer configuration - Administrative templates - Windows components - Microsoft Defender Antivirus - Exclusions

  • Anda memiliki Extension Exclusions, Path Exclusions dan Process Exclusions di panel kanan.

  • Klik dobel pada masing-masing Exclusions untuk pengeditan.



  • Di jendela baru, pilih Enabled kemudian pilih klik Show di bagian Setting dan masukan program atau path atau process exclusion anda.



Ini mirip dengan yang di tunjukkan melalui aplikasi Security. Namun, ini dapat digunakan oleh admin IT untuk diginakan di banyak komputer atau komputer yang berjalan di lingkungan perusahaan.

Saya harap prosesnya mudah dipahami dan anda telah mempelajari cara menambahkan exclusions atau pengecualian melalui UI dan Group Policy.


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pengalaman dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!

Kamis, 01 April 2021

Cara Install dan Menggunakan Microsoft Defender di Linux

 


Sementara banyak pengguna Linux di luar enterprise mungkin tidak memahami inti dari tools Microsoft di Linux, namun mereka yang ada di dalam akan mengerti bahwa mereka dapat sangat berharga. Kemampuan untuk berintegrasi dengan Active Directory dan sebagian besar ekosistem Microsoft yang telah mengambil alih tempat kerja sangat besar untuk Linux desktop dan ini dapat membuat distro favorit anda menjadi OS yang lebih layak di tempat kerja. Salah satu bagian terpenting dari perusahaan adalah keamanan. Artikel kali ini akan menunjukkan cara menginstall dan menggunakan Microsoft Defender di Linux untuk memastikan mesin anda bebas dari ancaman.



Cara Install Microsoft Defender di Linux


Untuk menginstall Microsoft Defender di Linux, instruksinya berbeda antara distro. Microsoft belum memasukkan package mereka ke dalam repositori, jadi anda harus memastikan dependensi yang tepat telah diinstal dan menambahkan repositori.



1. Distro Berbasis RPM


Anda akan membutuhkan yum-utils atau dnf-utils, jadi jalankan perintah dibawah ini.


sudo dnf instll yum-utils



Untuk mengkonfigurasi Microsoft repo, sintaks dasar dari Microsoft repo adalah sebagai berikut.

https://packages.microsoft.com/config/[distro]/[version]/[channel].repo

Anda dapat menjelajahi mirror ini untuk melihat apa yang anda inginkan. Saya akan menggunakan prod.repo demi konsistensi, karena semua distro memiliki prod.repo atau prod.list yang tersedia. Jadi, untuk system Fedora saya, perintah itu menjadi seperti dibawah ini.

sudo yum-config-manager --add-repo=https://packages.microsoft.com/config/fedora/33/prod.repo



Untuk system CentOS yang saya gunakan untuk membuat model, perintahnya akan menjadi seperti dibawah ini.

sudo yum-config-manager --add-repo=https://packages.microsoft.com/config/centos/8/prod.repo

Saya menggunakan perintah yum karena ditargetkan pada RHEL, CentOS dan Oracle Linux, tetapi anda juga dapat menggunakan dnf. Anda juga perlu mengimpor key GPG Microsoft dengan menggunakan perintah berikut ini.

sudo rpm --import http://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc



Jalankan quick update.

sudo yum update

Setelah itu, anda bisa langsung menginstal packagenya. Namanya mdatp atau Microsoft Defender Advanced Threat Protection.

sudo yum install mdatp


2. System Debian/Ubuntu

Anda akan membutuhkan beberapa ketergantungan tambahan.

sudo apt install curl libplist-utils

Kemudian anda dapat mengikuti proses yang pada dasarnya sama.

curl -o microsoft.list https://packages.microsoft.com/config/ubuntu/20.04/prod.list
sudo mv ./microsoft.list /etc/apt/sources.list.d/microsoft-prod.list
sudo apt install gpg
curl https://packages.microsoft.com/keys/microsoft.asc | sudo apt-key add -
sudo apt install apt-transport-https
sudo apt update
sudo apt install mdatp

Install repo, key GPG, dependensi apapun dan mdatp.


Menggunakan Microsoft Defender di Linux


1. Menjalankan Scan

Salah satu hal utama yang mungkin ingin anda lakukan adalah menscan system anda untuk mencari ancaman. Untuk melakukan itu, anda membuka terminal dan mengetik perintah berikut.

mdatp scan full



Ini akan menscan file sebanyak yang dapat diaksesnya dan melaporkan setiap ancaman yang diketahuinya. Anda juga dapat menjalankan quick atau custom scan. Opsi khusus memungkinkan anda menentukan direktori atau file atau mengabaikan pengecualian apapun yang telah anda tetapkan sebelumnya. Anda dapat menjalankan scan seperti dibawah ini.

mdatp scan custom --path /PATH/TO/DIRECTORY --ignore-exclusions

Jika anda telah mengatur pengecualian seperti yang dibahas di bawah ini, anda dapat menjalankan scan dengan perintah di atas.


2. Update Signature

Untuk mengupdate signature virus duntuk Microsoft Defender di Linux, update seperti package lainnya.

sudo yum update mdatp
sudo apt-get upgrade mdatp


3. Mengatur Pengecualian

Untuk membuat pengecualian sehingga file yang dikenal baik tidak dilaporkan, anda dapat melakukannya dengan beberapa cara. Untuk mengecualikan jenis file, anda dapat menggunakan perintah seperti berikut ini.

mdatp exclusion extension add --name .png

Untuk membuat pengecualian untuk direktori, anda dapat menggunakan perintah berikut yang sangat mirip.

mdatp exclusion folder add --path /PATH/TO/DIRECTORY/

Sekarang, direktori apapun yang baru saja anda beritahu mdatp untuk dikecualikan tidak akan discan. Ini berguna jika anda memiliki beberapa tools pengujian keamanan di system anda, karena tools tersebut berisi signature virus yang dapat membuat software antivirus tersandung.

Saya harap anda menikmati panduan tentang menginstall dan menggunakan Microsoft Defender di Linux ini. Anda juga dapat membaca artikel saya lainnya tentang cara install Microsoft Teams di Linux atau 8 tools modifikasi Linux distro dengan mudah.

Sekian tutorial kali ini dan semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pengalaman dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!