Selasa, 27 April 2021

Cara Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card

 


Jika anda kehabisan penyimpanan, solusi yang jelas adalah mendapatkan lebih banyak ruang penyimpanan. Jika model ponsel anda memungkinkan, anda mungkin akan mendapatkan SD card dengan kapasitas yang lebih signifikan. Setelah anda memiliki ruang, sekarang saatnya untuk memindahkan konten sebanyak yang anda bisa ke SD card anda untuk meringankan beban pada penyimpanan internal anda.


Akan sangat bagus jika penyimpanan internal ponsel anda memiliki kapasitas yang anda butuhkan, tetapi itu selalu menjadi perdebatan yang tidak pernah berakhir. Satu-satunya solusi adalah memindahkan aplikasi Android ke SD card, tetapi sayangnya, tidak semua aplikasi memungkinkan anda melakukan ini.



Cara Memindahkan Aplikasi Android ke SD Card


Jika aplikasi yang ingin anda pindahkan ke SD card memungkinkan proses tersebut, maka anda dapat memindahkannya.

Catatan: Saya menggunakan ponsel Samsung A50 - Android v.11 untuk tutorial ini.


  • Anda harus membuka Settings perangkat anda dan ketuk Apps.

  • Selanjutnya ketuk aplikasi yang ingin anda pindahkan dan ketuk Storage.



  • Di halaman berikutnya ketuk Change.

  • Ini akan menampilkan opsi Internal Storage dan SD card. Karena kita akan memindahkannya ke penyimpanan eksternal maka pilih SD card.

  • Dan terakhir ketuk Move untuk memulai proses export aplikasi.




Prosesnya tidak memakan waktu lama dan tidak lebih dari beberapa detik. Sangat penting bahwa anda tidak mematikan ponsel atau melakukan apapun ke SD card anda selama proses tersebut.


Jika anda ingin mengembalikannya ke penyimpanan internal, maka ulangi langkah-langkah yang baru saja anda ikuti. Satu-satunya perbedaan adalah memilih Internal storage bukan opsi SD card.


Jika anda tidak melihat opsi yang diperlukan untuk memindahkan aplikasi ke SD card, mungkin karena pabrikan ponsel anda tidak menerapkan fitur yang diperlukan. Selain itu, pastikan SD card anda dimasukkan dengan benar.



Memindahkan Aplikasi ke SD Card Menggunakan Aplikasi Pihak Ketiga


Jika anda tidak punya waktu untuk melihat apakah setiap aplikasi yang anda miliki di ponsel dapat dipindahkan, anda selalu dapat mencoba pihak ketiga. Salah satu aplikasi yang dapat anda coba adalah AppMgr III dari Sam Lu Tools. Ada berbagai hal yang dapat anda lakukan dengan aplikasi ini seperti Freeze apps, Hide apps, dan tentu saja memindahkan aplikasi ke SD card anda.


Saat anda pertama kali meluncurkan aplikasi, ini akan memberitahu anda aplikasi apa yang dapat anda pindahkan ke SD card anda, mana yang sudah ada dan aplikasi mana yang akan berfungsi di memory internal ponsel anda.


Di tab Movable, anda akan melihat daftar semua aplikasi yang dapat anda pindahkan ke SD card anda. Jika anda melihat ikon SD card di sebelah kanan aplikasi, artinya aplikasi tersebut siap untuk dipindahkan. Jika anda tidak melihat ikonnya, artinya aplikasi telah ditransfer.




Saat anda mengetuk aplikasi, anda akan melihat berbagai opsi untuk dipilih. Yang pertama adalah opsi Move App. Ketuk di atasnya dan juga di aplikasi. Anda kemudian akan diarahkan ke pengaturan perangkat anda dimana anda harus mengulangi langkah-langkah yang disebutkan sebelumnya.




Memiliki sedikit ruang penyimpanan di ponsel anda akan selalu menjadi masalah. Selain menguninstall aplikasi kemudian membersihkan file dan foldernya, salah satu cara lain untuk menghindari ruang penyimpanan anda mencapai batasnya adalah memindahkan aplikasi sebanyak mungkin ke SD card anda.


Jika perangkat anda tidak mendukung SD card, maka anda dapat membebaskan ruang penyimpanan internal ponsel Android anda atau anda dapat menghapus cache di Android untuk membebaskan ruang penyimpanan anda.


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat dan membantu anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!

Senin, 19 April 2021

Cara Transfer Data Antara Dua Komputer Menggunakan Kabel LAN di Windows 10

 


Koneksi dan transfer data adalah beberapa kegunaan komputer yang tak ternilai. Banyak teknologi telah muncul dari kebutuhan yang mendesak ini. Salah satu metode yang efektif adalah melalui penggunaan kabel Ethernet atau LAN. Disini saya akan memandu anda melalui semua langkah untuk membuat koneksi kabel LAN antara dua PC Windows 10 untuk berbagi file atau transfer data.



Keuntungan Koneksi Kabel LAN


Salah satu keuntungan utama dengan menghubungkan dua laptop atau komputer Windows 10 adalah menyediakan media untuk berbagi file saat anda tidak memiliki akses ke jaringan wireless.


Jika anda tidak mempercayai jaringan Wi-Fi yang tersedia, maka anda dapat menggunakan kabel LAN untuk menghubungkan PC Windows 10 dan berbagi file di antara mereka. Prosesnya sederhana, dan anda hanya perlu menghubungkan kedua PC dengan kabel LAN dan mengubah beberapa pengaturan jaringan. Ini adalah cara yang bagus untuk berbagi file secara local.



Memilih Antara Kabel Straight atau Crossover


Untuk mengetahui kabel mana yang akan menyelesaikan pekerjaan, anda harus terlebih dahulu menentukan perangkat mana yang ingin anda sambungkan. Apakah jenis perangkat yang sama (dua komputer, misalnya) atau jenis perangkat yang berbeda (komputer ke network switch atau Ethernet hub, sebagai contoh).


Ketika dua system serupa berbagi file, yang satu mengeluarkan data sementara yang lain menerimanya sebagai masukan. Kabel yang disilangkan dengan sengaja di kabel crossover menghubungkan sinyal pancar di satu ujung ke sinyal penerima di ujung lainnya. Ini membuat kabel crossover lebih ideal untuk koneksi Ethernet antara system serupa, seperti dua komputer.



I. Cara Menghubungkan Dua PC Windows 10 dengan Kabel LAN


Dengan kabel crossover di tangan, hubungkan kedua PC. Setelah selesai, ikuti langkah-langkah di bawah ini.


1. Buka Control Panel dengan menekan tombol Win + R, kemudian ketik control dan tekan Enter.


2. Di jendela Control Panel, pilih Network and Internet - Network and Sharing Center - Change Adapter Settings.




3. Setelah mengklik Change Adapter Settings, ini akan mengungkapkan koneksi yang berbeda. Pilih koneksi yang sesuai untuk LAN anda. Biasanya, tetapi belum tentu, koneksi akan disebut Ethernet.


4. Klik kanan pada koneksi tersebut dan pilih Properties. Jendela properties koneksi local area akan muncul.




5. Di bawah tab Networking, pilih Internet protocol version 4 (TCP/IPv4), kemudian klik Properties.




6. Selanjutnya lengkapi IP address dan Subnet mask di kedua PC anda.

Di menu Properties, atur IP address dan Subnet mask komputer pertama ke:


  • IP address : 192.168.0.1
  • Subnet Mask : 225.225.225.0


Ulangi semua langkah di atas untuk komputer kedua dan atur IP address dan Subnet mask sebagai berikut:


  • IP address : 192.168.0.2
  • Subnet Mask : 225.225.225.0




Catatan: Jika anda ingin local network dan Internet bekerja secara bersamaan, pastikan di bawah Adapter Settings anda telah membatalkan pilihan IP Ver 6 untuk kedua perangkat. Juga reset IP Address ke discover automatically.


7. Setelah menetapkan IP Address, anda harus kembali ke Network and Sharing Center di Control Panel dan mengklik opsi Change advanced sharing settings di panel kiri.




8. Di menu pengaturan sharing, anda perlu mengaktifkan opsi Turn on network discovery dan Turn on automatic setup of network connected devices. Anda juga dapat memilih opsi File and printer sharing. Ini akan memungkinkan PC Windows 10 lainnya untuk mengakses file dan printer yang dibagikan di jaringan.




9. Sekarang buka System Properties dengan tampilan klasik. Kemudian klik Change settings dan klik Change di jendela baru. Ini mengungkapkan jendela dengan nama workgroup. Nama workgroup harus sama untuk kedua PC. Secara default, nama workgroup akan menjadi WORKGROUP, tetapi anda dapat mengubahnya menjadi nama apapun yang anda sukai. Setelah mengaturnya, klik OK untuk menyimpannya




10. Klik kanan pada drive yang ingin anda bagikan, kemudian pilih opsi Give access to dan klik Advanced Sharing.




11. Di jendela yang muncul, di bawah tab Sharing, klik tombol Avanced Sharing. Ini mengungkapkan jendela Avanced Sharing. Sekarang beri ceklist pad kotak Share this folder dan klik Apply dan OK.




Pada tahap ini, anda telah berhasil menghubungkan dua PC Windows 10 untuk berbagi drive anda di antara keduanya.



II. Mentransfer File atau Data Antara Dua PC Windows 10 dengan Kabel LAN


Anda sekarang dapat mentransfer folder atau file tertentu antara dua PC Windows 10 yang terhubung. Untuk berbagi folder atau file tertentu dari Komputer A dengan Komputer B, ikuti langkah-langkah di bawah ini.


1. Langkah pertama adalah klik kanan pada folder atau file yang diinginkan di Komputer A, kemudian pilih opsi Give access to dan pilih Specific People.




2. Di jendela Network Access yang baru dibuka, pilih Everyone dari menu drop-down. Selanjutnya, klik Add dan klik Share.




3. Demikian pula di Komputer B, anda perlu membuka This PC dan klik opsi Network di panel kiri. Disini anda akan melihat nama-nama komputer yang terhubung, bagian dari jaringan. Klik dobel pada Komputer A dan semua file yang dibagikan akan ditampilkan. Pada tahap ini, anda dapat menggunakan opsi Copy dan Paste seperti biasa untuk memindahkan konten yang diinginkan.




4. Jika anda ingin mengcopy file dari Komputer B ke Komputer A, maka anda harus melakukan langkah yang sama seperti diatas, tetapi kali ini langkah yang sebelumnya dilakukan di Komputer A perlu dilakukan di Komputer B dan sebaliknya.



Metode di atas memungkinkan anda menghubungkan dua PC Windows 10 dengan kabel LAN untuk mentransfer file. Untuk opsi share/berbagi lainnya, pelajari cara berbagi file antara Android dan Windows 10 di jaringan Wi-Fi anda. Atau anda juga dapat membaca artikel saya lainnya tentang cara mengirim file dengan Airdrop di Android dan Nearby Sharing di Windows 10.


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!

Jumat, 16 April 2021

Memperbaiki Kecepatan Transfer Data yang Lambat USB 3.0 di Windows 10

 


Kecepatan transfer USB yang lambat bisa membuat anda frustasi. Hal itu bertambah buruk jika masalah ini terjadi pada USB 3.0 anda. Anda pasti tahu bahwa USB 3.0 dibuat untuk meningkatkan kecepatan transfer data karena kecepatan tranfer datanyanya mencapai 5 Gbit/s, dimana ini meningkat hingga sepuluh kali lipat lebih dari USB 2.0.


Namun terkadang, ada beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab USB 3.0 anda menjadi sangat lambat. Port USB komputer untuk USB 3.0 pada umumnya berwarna biru di bagian dalamnya. Terkait dengan kecepatan trnfer data USB 3.0 yang lambat, anda mungkin menggunakan port USB 2.0 yang berwarna hitam. Ini adalah salah satu penyebabnya. Hal lain yang menyebabkan masalah ini adalah Setting USB 3.0 di nonaktifkan di BIOS anda.


Pada artikel kali ini, kita akan melihat beberapa solusi mudah untuk memperbaiki kecepatan transfer yang lambat untuk USB 3.0 di Windows 10.



Memperbaiki Kecepatan Transfer Data yang Lambat USB 3.0


Ini adalah hal-hal yang dapat anda lakukan untuk memperbaiki kecepatan transfer data yang lambat USB 3.0 di Windows 10. Mari kita bahas metode perbaikan satu per satu secara mendetail.



1. Jalankan Hardware and Devices Troubleshooter


Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki masalah ini adalah menggunakan Hardware and Devices Troubleshooter bawaan.





  • Setelah mengakses Hardware and Devices Troubleshooter, anda kemudian dapat mengikuti instruksi yang di tampilkan hingga selesai.



2. Kelola USB Driver


Jika ada yang salah dengan USB Driver anda, anda akan menghadapi masalah ini. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kecepatan transfer data yang lambat untuk USB 3.0, kita akan memperbaiki USB driver anda.


Ada tiga hal yang perlu anda lakukan untuk memperbaiki masalah tersebut. Pastikan anda melakukan hal-hal ini dalam urutan yang ditentukan.



Roll Back USB Driver


Jika masalahnya adalah karena masalah driver, hal pertama yang perlu anda lakukan adalah Roll Back Driver USB anda.


  • Untuk melakukan itu, luncurkan Device Manager dari Start Menu. Anda juga dapat membukanya dengan klik kanan Start atau menekan tombol Win + X dan pilih Device Manager.

  • Di jendela Device Manager, perluas Universal Serial Bus Controllers, kemudian klik kanan pada USB Driver yang bermasalah dan pilih Properties.



  • Di jendela properties, alihkan ke tab Driver dan pilih Roll Back Driver.




Jika opsinya berwarna abu-abu, itu berarti driver anda mungkin sudah out of date.



Update Driver USB


Jika driver anda sudah out of date, coba update. Untuk melakukan itu, cukup ikuti langkah diatas. Kemudian di tab Driver, klik Update Driver. Selanjutnya, ikuti petunjuk di layar untuk mengupdate Driver USB anda dan itu akan memperbaiki kecepatan transfer data yang lambat.





Instal Ulang USB Driver


Jika tidak ada solusi di atas yang berhasil untuk anda, maka coba instal ulang Driver USB.


  • Untuk melakukan itu, luncurkan kembali Device Manager seperti langkah sebelumnya. Kemudian perluas  Universal Serial Bus Controllers, klik kanan pada USB drive yang bermasalah dan pilih Uninstall device.

  • Setelah menguninstall USB Driver, klik kanan pada Universal Serial Bus Controller dan pilih Scan for hardware changes.



  • Setelah itu, tutup Device Manager dan restart PC anda.


Sekarang anda dapat memeriksanya kembali dan lihat apakah ini membantu.



3. Pastikan xHCI Controller Diaktifkan di BIOS


Periksa apakah pengaturan BIOS anda mengaktifkan xHCI controller. Beberapa system lama yang telah diupgrade ke Windows 8 memungkinkan port SuperSpeed dirutekan ke pengontrol EHCI di BIOS. Opsi itu menonaktifkan port USB 3.0 dari xHCI controller dan hanya mengekspos port USB 2.0. Port USB 2.0 tersebut muncul di bawah EHCI controller.


  • Jadi untuk melakukannya, anda pastinya harus masuk ke BIOS anda menggunakan tombol DEL, ESC, F1, F2, F10 atau F12. Untuk pastinya, anda dapat melihatnya di buku panduan motherboad atau laptop anda.

  • Setelah berada di BIOS, anda dapat mengaktifkan Legacy USB Support (EHCI) ke Auto dan XHCI handoff di atur ke Enabled.



  • Selanjutnya, tekan tombol F10 dan tekan Y untuk menyimpan pengaturan BIOS anda dan keluar.


Setelah booting ke Windows 10, coba kembali mentransfel data anda dengan USB 3.0 dan semoga masalah anda teratasi.


Semoga salah satu metode diatas membantu anda. Jika anda masih mengalami masalah ini, anda dapat membaca artikel saya lainnya tentang mengoptimalkan performa USB Drive di Windows 10 atau cara menghapus virus dari USB Drive menggunakan Command Prompt atau File Batch di Windows 10.


Sekian tutorial kali ini, semoga bermanfaat untuk anda. Bagikan artikel ini jika bermanfaat. Dan jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!